Pamong Praja

RT/RW di Solo Pikul Peran Jaga Tangga & 3M-3T selama PPKM Mikro – Solopos


SOLOPOS.COM – Anggota Satgas Penanganan Covid-19 Kelurahan Gandekan mengecek suhu tubuh warga yang akan mengakses layanan di Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Solo, Senin (15/2/2021). (Solopos.com-Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO — Satgas Penanganan Covid-19 Kelurahan di Kota Solo, Jawa Tengah disiplin mengingatkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat alias PPKM mikro. Mereka tak henti berkampanye perihal 3M maupun 3T.

Seperti kerap disampaikan 3M adalah disiplin menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Sedangkan 3T adalah pengetesan, pelacakan, dan pengobatan.

Disadari pula perlunya intervensi supaya Jaga Tangga bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. Seperti diketahui, program Jaga Tangga selama masa pandemi Covid-19 itu digagas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Baca Juga: 7 Tanaman Ini Kata Fengsui Bawa Hoki & Kekayaan

Lurah Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Utik Sri Wahyuni, menjelaskan Posko Tingkat Kelurahan dibantu 24 posko tingkat RW atau Jaga Tangga untuk melakukan 3M dan 3T selama PPKM Mikro Solo. Posko tingkat RW  yang wilayahnya memiliki kasus Covid-19 aktif melakukan pengawasan selama 24 jam.

“Jaga Tangga melakukan edukasi kesehatan supaya masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan. Membantu tracing petugas Puskesmas. Dan membagikan leaflet untuk mendorong penyintas Covid-19 donor plasma konvalesen,” kata dia kepada Espos, Senin (15/1/2021).

Menurut dia, sukarelawan dibantu Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam penegakan sanksi kepada masyarakat. Sejauh ini Tim Satgas Penanganan Covid-19 wilayah melakukan operasi yustisi menyasar perkampungan dan lokasi dengan potensi kerumunan warga.

Baca Juga: 9 Bulan Diadopsi, Anak Balita Disiksa Hingga Tewas

“Nanti kami melakukan penyesuaian karena pelantikan RT dan RW ada pergantian personel. Tadi Kepala Bappeda bilang ada refocusing untuk PPKM mikro sampai RW dan RT,” paparnya.

Bantuan Dana PPKM

Dia mengatakan bantuan dana untuk PPKM mikro dapat memperlancar operasional Satgas Jaga Tangga karena selama ini dilakukan swadaya. Sejumlah RT/RW  kewalahan untuk menyuplai kebutuhan warga yang isolasi mandiri saat jumlah kasus tinggi Januari lalu.

Lurah Gandekan Arik Rahmadani, menjelaskan sembiln Satgas Jaga Tangga yang telah terbentuk kini memiliki peran untuk piket malam secara sif. Satgas melakukan pengawasan ke perkampungan dan memberikan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Baca Juga: Gempa Sulawesi Barat Dinilai Tak Lazim, Mengapa?

“Kami telah memberikan sanksi kepada satu warga selama PPKM mikro. Tim melakukan patroli mendapati satu warga tidak memakai masker di emperan rumah. Kami memberikan dua kali teguran dan sampai membuat surat pernyataan,” paparnya.

Menurut Arik, setiap Posko melakukan koordinasi sesuai prosedur standar operasi yang telah disusun, antara lain membantu penelusuran kontak, menginput data, hingga upaya pengobatan dengan berkoordinasi dengan PMI untuk mendorong donor plasma konvalesen.

Ketua Satgas penanganan Covid-19 Gandekan,  Atok Handiyatmo, mengatakan para sukarelawan mengedepankan semangat gotong-royong sehingga Satgas Jaga Tangga bisa terus aktif selama PPKM Mikro Solo. Operasional Jaga Tangga bersumber dari sumbangan donatur dan hasil kegiatan jimpitan.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Sumber Pemberitaan

redaksi
the authorredaksi

Tinggalkan Balasan